Home Jurnal Nilai Spiritual Captivity

Nilai Spiritual Captivity

74
0
SHARE
Nilai Spiritual Captivity

Oleh Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH.

Kita coba untuk bedah tentang nilai-nilai 
SPIRITUAL CAPTIVITY
 _Ini adalah  istilah akademik  untuk menjelaskan tentang_; "Pemasungan Rohani".


Apakah Anda sudah bisa memahami ;
SPIRITUAL CAPTIVITY

Kita bedah pelan saja 
_Definisi Ilmiah: yaitu_ Kondisi dimana kesadaran rohani manusia ditawan, dikurung, dan dikontrol oleh sistem di luar dirinya, sehingga ia kehilangan kedaulatan, dan amnesia untuk terhubung langsung dengan Gusti (Tuhan) dan Ibu Pertiwi.

Ini bukan dijajah fisik, tapi dijajah BATHIN, jiwa' & sukmanya.

---

_Tujuh (7) CIRI-CIRI MANUSIA YANG TERKENA SPIRITUAL CAPTIVITY_

*1. TAKUT KRONIS - _istilah ini ; disebut sebagai Chronic Fear Syndrome_*

Urip dalam rasa takut terus: takut dosa, takut kualat, takut sesat, takut neraka.
Padahal ajaran leluhur: Gusti itu Welas Asih, bukan tukang siksa.
_Akibatnya_: Tidak berani berpikir bebas. _Mabur tanpo elar_ dilarang, bukan firman 

*2. DEPENDENSI MAKELAR - Broker Dependency*
Merasa tidak bisa berdoa sendiri, tidak bisa selamat sendiri tanpa "salesman".
Padahal di Gunung Padang, leluhur menghadap Gusti langsung di atas batu tanpa perantara.
_Jargon kartel_: "Tanpa saya, doamu tidak sampai"

*3. AMNESIA LELUHUR - Ancestral Amnesia*
Lupa jati diri Nusantara. Menganggap semua ajaran leluhur itu musyrik, primitif, sesat.
Padahal leluhur kita sudah mengenal _Tri Tangtu di Buana_ ribuan tahun sebelum agama impor datang.

*4. MEMBENCI ALAM - _Nature Disconnect_*
Menganggap alam ini hanya objek untuk di eksploitasi, bukan Ibu yang harus disembah bersama Gusti.
Ini akar dari kerusakan gunung, hutan, sungai. Karena rohani sudah putus dari Ibu Pertiwi.

*5. MENTAL KORBAN - Victim Mentality*
Merasa dirinya kotor, hina, penuh dosa, tidak berdaya, untuk menebus dosa, dan Harus ditebus terus.
Padahal ajaran Nusantara: Manusia itu _percikan suci_ dari Gusti, _Manunggaling Kawulo Gusti_.

*6. HOBI MENGHAKIMI - Spiritual Superiority*
Merasa kelompoknya paling benar, paling suci, karena kitab nya dari langit, yang lain najis ,sesat dan kafir. Karena semua yg ada bukan dari Tuhan, 
Hal Ini adalah produk dari propaganda mitologi. Padahal ajaran Sradha sejati itu _Tunggal Rasa_, welas asih pada semua, makhluk Tuhan.

*7. EKONOMI CEMAS - _Anxious Economy_*
Rela bayar berapa saja untuk membeli mahar tinggi untuk rasa aman rohani. Beli surga, bayar denda dosa, sedekah Bumi dengan rasa takut karena masuk neraka bukan dengan cinta kasih.

---

_BAGAIMANA CARA KELUAR DARI SPIRITUAL CAPTIVITY?_

Leluhur Gunung Padang,  sudah kasih resep *4 SESANTI PEMBEBASAN*:

1.  *MLETIK TANPO SUTANG*: Putuskan tali ketergantungan. Berani berdiri sendiri di hadapan Gusti. Kamu sudah merdeka.

2.  *MABUR TANPO ELAR*: Putuskan sayap dogma palsu. Berpikirlah bebas dengan budi pekerti, lindungilah alam, tanpa merusak alam dan sesama makhluk.

3.  *ANGLING*: Tarik kembali pengetahuan sejati dari dalam diri, dari alam, dan dari bisikan leluhur, Samadi, tapa Brata Meditasi di alam, samudera dan gunung bukan di keramaian.

4.  *ENDOK ISO KLURUK*: Meski kecil, beranilah bersuara. Men - Jadi "jago" yang membangunkan kewarasan yang lain yang masih tertidur dalam kurungan.

> *Kunci NUSANTARA:*
> _Spiritual Captivity tidak bisa dilawan dengan kebencian. Hanya bisa disembuhkan dengan kesadaran, kecerdasan rohani welas asih, suka berkorban dan menolong , kasih sayang positif, dan kembali menyatu dengan Ibu Pertiwi._

Orang yang merdeka secara spiritual tidak akan bisa dikendalikan oleh kartel manapun, karena dia sudah langsung terhubung ke sumbernya:
 
_*Sang Hyang Tunggal & Ibu Pertiwi*._

---

Entitas titah Waras Nalar